Showing posts with label Jour fou au Bureau (Crazy Day At The Office). Show all posts
Showing posts with label Jour fou au Bureau (Crazy Day At The Office). Show all posts

Tuesday, October 14, 2014

My Happy Time

W o m e n   S o l i d a r i t y

Hari ini bener-bener bikin gue bahagia banget. Di hari ulang tahun gue yang udah gak istimewa lagi kayak dahulu kala ternyata masih bikin gue cukup bahagia. Orang yang gue sayang mengucapkan tepat ditengah malam dan teman-teman guepun mengucapkan. Tapi ada satu yang bikin gue bener-bener terharu, cewek-cewek di kantor gue yang mayoritas berhijab buat pesta kejutan buat gue. Dan jujur, selama gue kerja, cuma ngerasain ultah yang bener-bener ultah itu di ESMOD dan disini, PT Mora Quatro Multimedia (MQM). Mbak Devita, Mbak Ratu, Mbak Laura, Mbak Ida, Mbak Tanti, Mbak Yuni, Mbak Lena dan Mbak Wulan adalah malaikat yang mayoritas berhijab yang bener-bener punya jiwa solidaritas yang tinggi terhadap rekan sekantor mereka yang sedang berulang tahun meskipun orang tersebut baru saja bergabung di perusahaan ini.


Pengen nangis rasanya karna hal ini sangat jarang banget terjadi. Karena mereka sangat perduli hingga membuat pesta kejutan untuk salah satu rekan mereka yang berulang tahun. Terima kasih temen-temen, love you all guys.  Kalian memang punya jiwa solidaritas tinggi. 

Terima kasih guys... U make my day soooo happy to day....

With Luv,
UTHA


Monday, October 6, 2014


P E N J I L A T

Kenyamanan dalam bekerja itu juga bisa mempengaruhi kinerja kerja kita di suatu perusahaan. Dan keinginan kita untuk mencari-cari lagi pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan yang sedang dijalani itu tiba-tiba hilang karena kita sudah merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut. Namun disaat kenyamanan itu terusik oleh orang yang sangat haus pujian serta berkeinginan untuk menjatuhkan kita sangatlah mengganggu hingga akhirnya bisa memunculkan kembali keinginan yang sempat terkubur dalam mencari pekerjaan baru dan hengkang dari pekerjaan yang sedang ditekuni.


Dan yang lebih mengganggu lagi adalah, disaat seorang atasan dalam bidang yang kita jalani itu lebih percaya kepada penjilat bermuka dua itu daripada bawahannya sendiri yang memang terlibat dan berkecimpung dalam  bidang tersebut.


Jika dilihat lebih dalam, memang sebenarnya para penjilat itu khususnya orang yang saya bicarakan ini, tidaklah mempunyai kemampuan sehebat yang dia banggakan di depan semua orang terutama di depan atasan. Dia hanya mengandalkan perkataannya saja agar banyak orang yang percaya terhadapnya.


Saya cuma heran kepada para penjilat, untungnya buat mereka apa coba. Anda bisa yakin selamat di dunia tapi tetapi Tuhan Yang Maha Esa (apapun tuhanmu) itu Maha Tahu, Apakah tidak khawatir jika Tuhanmu memberikan “teguran” ketika dirimu di dunia?? Ingat lhoo… kita tidak bisa mengetahui apa yang akan jadi “teguran” Tuhan kan?


Hai para penjilat, khususnya yang ada di kantor gue. Gue cuma mau bilang, sekarang lo bisa menang, tapi gue yakin kok Tuhan pasti kasih “teguran”. Toh bukan cuma gue aja yang udah tau sifat busuk lo, beberapa temen-temen gue juga bisa melihat sendiri kok tanpa harus di provokasi.


Kita tunggu aja.




Tuesday, June 11, 2013

RU Sure Sir?????!!!!!


Ketika mendapat sebuah pekerjaan, kita dituntut untuk mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin yang sesuai dengan pekerjaan kita.. namun bagaimana jika ada satu pekerjaan yang kita tidak terlalu menguasainya namun diharapkan bekerja sebaik mungkin dengan hasil maksimal?

"Kamu harus ke kantor pajak untuk urus semua ini ya?"

Ha????!! Ke Kantor Pajak?? kalo cuma sekedar berkunjung untuk minum teh doang mah santai-santai aja gue.... Lha ini malah disuruh ngurusin pajak kantor, bukan cuma sekedar pajak perorangan... #tepokjidat

Dan berangkatlah gue ke Kantor Pelayanan Pajak di suatu tempat di Jakarta dengan membawa data-data seperlunya. Dan benarlah dugaan gue, disana gue bingung setengah mati harus kemana dan harus apa. Namun karna tuntutan pekerjaan, akhirnya gue jalanin semuanya dan dengan bawa sekeranjang pertanyaan yang pasti diajukan oleh orang awam kayak gue ini mengenai pajak.

Sampai sekarang, tugas itu masih gue jalani dalam pekerjaan gue. Meski gue selalu kasih hadiah segudang pertanyaan ke AR pajak yang ditunjuk dari kantor pajak untuk bimbing kantor gue sebagai Wajib Pajak yang notabene menunjuk gue sebagai wakilnya untuk handle semua urusan pajak.

Monday, November 16, 2009

Kala Gelap Melanda Kantor

Akhir-akhir ini PLN lagi kurang kerjaan... di beberapa tempat, pasokan listrik lagi di bikin putus-nyambung kayak lagunya BBB. Khususnya di Jakarta, kantor gue pun ikutan jadi korban ke-kurang kerjaan-nya PLN. Alhasil, tiap beberapa menit sekali gue kudu auto recovery setiap dokumen yang sedang gue kerjakan. Selain bikin komputer gue cepet rusak karna selalu mati tiba-tiba, otak guepun ikut rusak. Lagi asik-asik bikin report tiba-tiba listrik padam. Jadilah kantor gue gelap gulita, semua aktivitas kantor berhenti.... gelap... panas... hmm... bingung juga..
Mau stay aja di meja juga bingung karna kerjaan semuanya berhubungan sama komputer. Akhirnya gue iseng aja muter-muter ke setiap ruangan, jepret sana jepret sini sambil liat aktivitas orang-orang ketika listrik padam...

Inilah keadaan cubicle gue tercinta... messy....... paper in everywhere... indah kan? heheKalo yang ini aktivitas di departemen marketing... ketika mati lampu...
Dari ruang Program pindah ke Library.....









Dan ini suasana ruangan ketika listrik dipadamkan sama PLN.... *krik krik krik...*


Wednesday, May 20, 2009

What a Day!!

Bagi sebagian orang.. ups sebagian kecil seseorang, satu-satunya cara untuk meningkatkan karir adalah dengan menjadi penjilat. Deketin bos, sanjung dia setinggi-tingginya, maka jalan menuju keberhasilan karir akan terbuka lebar. Apapun akan dia lakukan demi mendapatkan perhatian sang bos, bahkan rela menindas sesama rekan kerja demi meraup keuntungan sebesar-besarnyapun akan dia jalankan.
Awalnya kupikir orang-orang seperti itu tidak akan bertahan lama. Memang.. jika bosnya tidak buta. Namun, apa yang akan terjadi jika sang bos tidak memiliki kecerdasan dan kemampuan "melihat" apa yang terjadi di sekitarnya. Orang tersebut akan selalu merasa diatas angin.
"kan orang-orang seperti itu lebih gampang di-setir.. makanya terkadang mereka dipertahankan meskipun bau busuknya sudah semakin menyengat"
"setiap bos kan nggak pengen punya bawahan yang suka membantah atau ada bakat untuk membantah makanya penjilat-penjilat itu lebih sering dipertahankan"
"yaiyalah mereka bisa bertahan lebih lama, kan everything always oke bos.. nggak ada yang nggak bisa dilakuin, apapun yang bos bilang selalu dianggap bagus......"
Apa iya? Berarti kita jadi munafik dong kalo harus ikut-ikutan kayak mereka?
Itukah yang diharapkan dari Si Barang Antik terhadap gue? Setelah dia menyampaikan -apa yang bos bilang- bahwa attitude gue tidak sesuai dengan etika kantor..
Attitude macam apa yang bisa bikin bos sebel sama gue? Dia bahkan nggak bisa jawab itu...
"yaa pokoknya your attitude yang begitu deh.. because I heard from people when they complaining about your attitude..."
"siapa aja people itu?" and once again she cannot answer that...
"yaa pokoknya orang-orang lah.."
"pokoknya you should change if you have plan to continue your career in this company, otherwise.. it's up to you..."
"maksud lo gue harus berubah jadi penjilat macem lo kalo gue masih mau ngelanjutin karir gue disini? dan kalo gue nggak mau, gue harus hengkang dari sini?" *bergumam dalam hati*
Dang!
Bener-bener shock gue ketika mendengar kalimat itu meluncur dari mulutnya yang keriput penuh dengan kulit menggelambir dimana-mana. Bos gue sendiri aja ngga pernah komplen soal attitude gue yang seinget gue juga nggak gimana-gimana... kurang ajar juga nggak.. selalu ngebantah juga nggak... kasar, suka menghina dan suka berteriak juga nggak... salah dimananya? Dia juga nggak bisa jawab itu.... Seandainya dia bisa menjelaskan secara deskriptif attitude gue yang mana yang bikin bos, big bos gerah.. Mungkin gue akan coba introspeksi diri dan mencoba untuk memperbaiki. Tapi untuk menyebutan gue salah dimananya aja dia nggak bisa.. Nomongnya mbulet-mbulet...
Thanks maam, for making my day like a shit!
Argh.... I keel youuuuu......

Wednesday, April 29, 2009

29/4/09
"Bused! kemaren udah samaan.. sekarang samaan lagi... kagak sale apaah??"
"Lha bagus bukan, itu namanya sehatiiii..."
"Sialll..."


Yang namanya pake baju jadi alias beli pastilah kemungkinan ketemu orang lain dengan baju yang sama yang kita pakai akan selalu ada.

Tapi, klo yang namanya pake baju samaan (secara tidak sengaja) dalam waktu dua hari berturut-turut itu namanya kurang ajar.

Hari ini gue bener-bener hopeless banged ketika salah satu co-worker di kantor mengenakan kaos yang sama dengan kaos yang gue pake selama 2 hari berturut-turut. Gilaaa....
Masa iya faktor kebetulannya gede banged?

Akhirnya satu hari ini gue bener-bener jadi bulan-bulanannya temen gue....
Damn! Gara-gara kaos, gue tiba-tiba jadi selebriti...

"Ciee.. kayanya ada yang sehati nih 2 hari belakangan... Samaan terus euy kaosnyaaa.."

"Kampreedd....!!" *sambilguetimpukpakebakiak*

Friday, March 13, 2009

My Sweet Mbok Lilik

Seperti yang udah gue bilang soal kantor gue, majemuk. Terdiri dari bermacam-macam jenis.
Salah satunya yang mau gue ceritain sekarang.
Namanya Mbok Lilik, begitulah sebutan sayang gue buat dia. Eits, jangan salah, sebutan sayang itu bukan sekedar sebutan. Itu punya arti khusus buat dia. Mbok Lilik, kenapa gue bisa menamakan dia seperti itu? Karna memang itulah dia. Lilik adalah kependekan dari Licker (harfiahnya untuk PENJILAT) hehehe... ketauan deh kalo bahasa inggris gue kacau, sekacau otaknya si Mbok Lilik itu. Dan kenapa dia gue panggil Mbok? Karna dia memang perempuan. Asli single dan belum menikah di usianya yang mulai senja, berawan dan kelabu.

Mbok Lilik itu hebat. Punya banyak muka yang bisa diganti-ganti secepat flash gordon. Jadi, ibarat hape, punya banyak kesing lah (baca: casing-red). Keren kan??

Selain punya banyak muka, dia juga punya 2 kelebihan lain. Yaitu, tingkat temperamennya dia yang selalu stabil dan nggak pernah turun atau berubah (baca: temperamen tinggi-red) dan kelebihan berat badan hehe....

Dia itu juga unik. Kepribadiannya yang cenderung narsis dengan segala kemampuan yang (menurutnya) lebih unggul dibanding yang lain. Namun kadang justru membuat dia jatuh tersungkur di mata sesama co-worker.

Seperti yang gue bilang tadi diatas. Dia hebat, punya banyak muka yang bisa diganti-ganti secepat flash gordon. Sebagai newbie di kantor ini, gue sudah merasakan kehebatannya ketika gue melihat dengan mata, kepala, telinga dan hidung gue sendiri tentang bagaimana cepatnya pergantian topeng yang Mbok Lilik kenakan. Whuzzzzz……………

Sebagai Kepala atau berharap jadi Kepala Divisi yang selalu berhubungan dengan orang luar. Mbok Lilik punya asisten yang justru tingkat kesabarannya jauuuuuh diatas sana dibanding Mbok Lilik sendiri. Gimana nggak, meskipun satu ruangan, Mbok Lilik selalu menggunakan suara dengan nada oktaf 7 tingkat hanya untuk bertanya “komputer gue kenapa lagi sih??”. Tapi sang asisten dengan sabarnya menjawab dengan nada rendah “ya mbak nggak bisa kenapa….”

Ibarat sayur asem, si Mbok Lilik dan Asistennya saling melengkapi hehe.. Meskipun sering di dzalimi.. si Mbok Lilik itu tidak bisa hidup tanpa dia, can’t live without her lah…

Satu waktu si Mbok Lilik nggak bisa masuk kantor. Sakit katanya. Entah sakit apa.. Yang jelas dunia ini terasa indah. Mbok Lilik itu mirip dementor, yang kehadirannya bisa menyerap perasaan bahagia dari seseorang (nggak tau Dementor ? ih, makanyaa... baca heri poter dooong hehe)
Back to Mbok Lilik. As I say, dunia ini terasa indah dan tentram. Nggak ada suara-suara sumbang berupa teriakan, makian bahkan bantingan telepon hari ini pikir gue. Dengan santai gue berkunjung ke kandang macan, cuma sekedar ingin menyapa keadaan seseorang yang gue pikir hari ini aman, damai, tentram dan sejahtera juga, Mbok Lilik’s Assistant. Ternyata, bukannya damai, Mbok Lilik’s Assistant justru lebih sibuk dari biasanya. Ada sederet poin yang udah diinstruksikan oleh Mbok Lilik untuk dikerjakan.. ck..ck..ck

“Pagi-pagi udah diteror gue sama teleponnya dia. Gue udah dikasih sejuta poin untuk dikerjain hari ini.. “
“Emang dia nelp lo jam berapa”
“Jam 6 pagi.. Anjrit, gue masih teler tiba-tiba telepon dari dia masuk, ngomel-ngomel nggak keruan. Udah gitu telepon lagi tadi jam 9an, nyuruh gue nulis sederet daftar apa aja yang harus gue kerjain”
“Hhhh (menghela nafas puanjaaaang)… Cape deeh”
“Gue pengen resiiiign..!!!”

Begitulah, yang bikin gue heran, kok bisa-bisanya orang kayak gitu ada di muka bumi ini. Gue kadang bingung, apa nggak capek orang macem dia selalu berteriak, marah-marah, banting telepon atau apapun yang ada di deketnya kalau lagi marah, kesel atau emosi. Mbok Lilik selalu bercerta dengan bangganya ketika dia pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Tapi kenapa kelakuan dan sikapnya tidak mencerminkan seseorang yang baru saja pulang dari Tanah Suci?

Seringkali dia menyalahkan seseorang secara bertubi-tubi untuk kesalahan yang datang dari orang lain meskipun itu hanyak kesalahan kecil. Tapi ketika kesalahan itu datang dari dirinya sendiri, sebisa mungkin dia menghindar, bahkan bisa aja dia berganti-ganti muka berkali-kali untuk menutupi jejaknya yang bau ikan asin. Huh!!

Kadang pikiran nakal gue suka bermain sendiri. Dia begitu emang udah sifat dasar manusianya atau karna efek bawaan dari statusnya yang masih single ting-ting yah? Padahal usianya udah menjelang 50 lho ato mungkin udah 50 lebih yah?? Hehe… Abis aneh sih.. sikapnya itu lho.. seolah-olah orang nggak ada yang liat kalo dia lagi melancarkan jurusnya ketika Si Bos Mafia datang berkunjung ke kantor. Dalam sekejap Mbok Lilik bisa berubah jadi malaikat yang paling manis sedunia.

Mbok Lilik oh Mbok Lilik.......

Friday, February 27, 2009

Are You Smoking??

Hari ini rasanya capeek banged... Otak, hati, bahkan fisik... Rasanya udah mau meledak aja nih. Padahal udah mau wiken arrrrgggghh.....
Lagi mumed tiba-tiba ada yang ngajakin ngasep di depan. Ah, lumayan lah itung-itung cari udara buat bernafas sedikit di sela-sela kerjaan yang nggak ada abisnya...
Sambil ketawa-ketiwi dan sedikit bergosip, tiba-tiba temen gue cerita "eh ta, tau nggak, masa si magic granny itu negor gue, dia ngelarang gue ngerokok.."
Dan gue tanya "he? apa urusannya dia? emang dia emak lo??"

"tau tuh ta, gue juga bingung, dia ngomongnya kemaren, yang gue diajak ngobrol di ruang meeting itu.."


"waks! jadi yang lo dipanggil ke ruang meeting itu cuma buat ngomongin gituan??"

"iya.. aneh kan lo? gue juga sempet sport jantung pas dipanggil doi kesana. gue pikir gue ada masalah apaa.. gitu sampe dipanggil untuk speak in private di ruang meeting sama doi, yaa secara doi kan orang HRD, eh ternyata doi cuma bilang ke gue untuk stop smoking.. aneh kan? apa urusannya coba sama dia?"

"yaelaaa.. jadi lo dipanggil waktu itu tuh buat ngomongin gituan doang??"


"iya... gue rasa dia lagi nggak ada kerjaan kali yah?"

"ember...."


GYAHAHAHAHAHAHA...... sesaat gue ketawa ngakak...
Karena kemaren gue pikir temen gue itu ada masalah or sumthin'.. ternyata....
Usut punya usut, temen gue itu kan newbie dalam hal merokok, dan doi pernah bilang bahwa dia memutuskan merokok itu untuk menguruskan badannya (diet-red) ketika ditanya kenapa memilih sebagai perokok.. tapi plis deh, it was a joke pas dia bilang begitu, dan si magic granny a.k.a. Barang Antik itu menganggap itu serius, bahkan saking seriusnya, temen gue sampe dipanggil gitu... GYAHAHAHHAHA..........
Baru tau gue kalo HRD di kantor gue juga ngurusin urusan karyawan sampe sebegitunya..... Alhasil, gue sama temen gue tiba-tiba jadi suudzon (berfikiran buruk-red) sama doi "wah, jangan-jangan klo doi nggak suka sama salah satu karyawan, dia bisa aja ngobrak-abrik gaji karyawan itu kali yah.." Hmm.. gue jadi inget, ada salah satu co-worker gue yang pernah cerita, katanya, pernah dia dan temen-temen satu departemennya nggak naek gaji selama 3 tahun cuma gara-gara doi sering dicuekin sama mereka, dia jadi sebel katanya...
Buseeeed.. nggak naek gaji selama 3 tahun? Apa rasanya? Apalagi ketika tau klo yang lain dapet kenaikan gaji tersebut.. Dongkol banged pasti..
Hhhh... gue heran deh.. kok bisa yah orang macem dia masih dipekerjakan sama big boss. Kadang lucu memang ngeliat tingkahnya yang udah pikun, cepet lupa sama hal-hal yang njelimet (rumit-red) even itu baru berlangsung beberapa menit, she can totally forgot of anything said or done... Tapiiiii... kalo udah mulai nuduh-nuduh.. itu yang bikin jengkel...

Thursday, February 19, 2009

Virus Typhus apa Virus Flu?

Kantor gue itu sebenernya asik, sayang aja kenapa musti dirusak sama kehadiran si "barang antik" itu di deket cubicle gue. Selain seneng banged ngerecokin kerjaan orang, dia juga seneng berperan jadi polisi yang suka nuduh.

"Who's token my knife?? Kok hilang?"
"You kirim
file apa ke e-mail saya? Kok besar sekali?"
"Utha, w
ho's opened this box? You yah?"
"Marina, Who did this, so mess in here.. you ya?


Kalo kata temen gue, "klo dia cucian, udah gue peres abis-abisan deh". Abis, kelakuannya itu bikin orang naek darah terus. Kalo ada bos, sok pura-pura sibuk, sidak sana-sini, yang ada kasian OB di kantor gue yang diperintah-perintah suruh ini dan itu dengan kecepatan the flash. Tapi kalo bos RI1 udah pulang, dia dengan santainya tele-tele sana-sini, bikin appointment dinner dengan entah siapa disana bahkan ngegosip di telepon.

Tapi ada satu kejadian lucu yang bener-bener bikin gue ngakak ngeliat tingkah si BA (Barang Antik). Satu hari di kantor gue banyak korban berjatuhan akibat typhus, salah satunya Marketing Manager disini. Dengan nada sok care ala nenek yang baik hati, dia bilang gini "Utha, you should tak care of your health, you should eat a lot biar nda kayak MT, sakit typhus dia". Dan gue dengan nada sedikit tidak perduli menjawab "wah maam, klo I eat a lot ntar yang ada bukannya sehat maam, tapi overwheight just like her"...

Sejam kemudian.... Tu BA nyamperin ke cubicle gue lagi (cinta kali yah sama gue?). Dengan nada agak panik dia bilang "Utha, you should be more carefull of your helath, typhus contagious through air lho". Untuk sesaat gue bengong dengan tampang super bego karna mencerna kata-katanya.. ha? tipes menular melalui udara?? Ini gue yang emang nggak tau ato dia yang beneran bloon tapi mau sok tau, sok pinter di depan gue.. sampe akhirnya gue sadar dan GYAHAHAHHAHAHA... sejak kapan tipes menular lewat udara????? lo kira virus fluuu???.

Tapi tentunya dengan sikap gue yang sok jaim dan tenang serta terpelajar, gue jelasin ke tu nenek, "maam, typhus doesn't contagious through air, its because of the food that you eat maam. And also because of the habbit of people in eating something which not good for their health maam". Dengan muka amburadul karna nahan ketawa gue masih berusaha tenang, kan nggak mungkin juga gue ngetawain abis-abisan tu orang, bisa-bisa kena serangan jantung lagi...

Setelah gue dengan sikap sok diplomatis, terpelajar dan anggun menjelaskan soal tipes yang sebenernya menurut gue nggak penting, si BA tiba-tiba ngejawab "No.. it really contagious through air, bener lho, tadi Patrice was from MT office and then he got a headache, it means that typhus contagious through air".. GYAHAHAHAHAHAHAHAHA.......

Cuma gara-gara bos gue ngeluh migrennya kumat, doi dikira ketularan virus typhus... Dasaaar... NENEK GILAAA....

Thursday, January 29, 2009

Je Vous Déteste Vraiment

je vous déteste vraiment!!!





Kayaknya pengen banged gue tereakin kalimat itu di depan si magic granny.. grandmére folle.. orang tertua di tempat gue mencari sebongkah berlian!

Ugh! kenapa sih orang kayak gitu masih aja dipekerjakan?? Udah kadaluwarasa gitu lhoo.. Gak tau apa yah kalo orang macem dia malah bikin kerjaan orang jadi berantakan??

Cuma gara-gara form, tu orang kayak kebakaran jenggot.. Ngeributin hal-hal yang bisa dibilang sepele.. Mungkin karna pengaruh otak yang udah mulai kadaluwarsa kali yah.. Jadinya nggak bisa terima kalo ada orang lain yang bisa berfikiran satu step di depan dia.

Masalahnya orang dengan kapasitas yang bisa dibilang udah mulai kadaluwarsa dan udah tidak capable untuk bekerja, malah duduk di posisi yang vital.

Dan bener, seperti pengakuan hampir seluruh penghuni kantor bahwa dia itu kerjaannya cuma bikin ribed kerjaan orang lain.. itu terbukti!!

Kadang suka bertanya-tanya aja sendiri, kapan sih masanya dia habis?? Biar kerjaan gue, otak gue bisa berfikir dengan tenang.. tanpa gangguan dari orang macem dia…

Wednesday, December 17, 2008

Nenek Gila


Dosa nggak siyh klo kita dendam sama nenek-nenek?

Setau gue umur produktif orang dalam bekerja itu sampe 55. Karna klo udah lebih dari itu, biasanya otak udah mulai berkurang “kecerdasannya”. Ya kayak nenek-nenek di kantor gue yang entah gimana caranya masih diijinkan bekerja sama big boss.

Dan yang lebih anehnya lagi, dia itu ada di posisi yang seharusnya membutuhkan konsentrasi tinggi, HRD, dari judulnya aja orang-orang udah tau apa kepanjangan dari Human Resources Department, seharusnya dia yang bertugas memberi peringatan ke karyawan yang terlambat ato apapun yang berhubungan sama manusia deh.. Tapi, buat negor orang-orang yang terlambat dia nggak mau, alesannya “I will become a bad person then if i warn them, you aja deh yang warn mereka” (dengan logat India-nya yang menyebalkan). Doh! bukannya itu tugas lo yah…

Selain itu, dia seneng banged ngercokin kerjaan orang, bahkan ketika gue lagi terima telp, pundak gue masih di colek-colek sama dia dan nggak ngasih gue kesempatan untuk menyelesaikan pembicaraan gue di telepon sama orang yang disono.. Uggh… bete banged.. semua orang di kantor disuruh bantuin ngerjain kerjaanya dia.. Ih, dikira gue nggak banyak kerjaan kali yah… Ato jangan-jangan itu emang udah termasuk ke dalam job desknya dia, “Ngerecokin Kerjaan Orang”..

Kalo gue nggak beriman, udah gue mutilasi jadi 14 kali tu nenek, trus gue jadiin cemilan buaya sekalian… Nenek gue aja nggak sebegitu rese-nya.. Ini udah pendatang tapi lagaknya udah kayak pemilik aja.. Ugh dasar India Acha-Acha… Nenek Gila!!!